
LPM UIN Palopo — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Palopo melalui Pusat Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru terus mengoptimalkan kerja Customer Relationship Management (CRM) dalam layanan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi dan/atau telah melakukan daftar ulang tidak terlewat dalam tahapan lanjutan, khususnya proses wawancara Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Optimalisasi CRM ini dilakukan melalui pencocokan dan pemutakhiran data lintas jalur penerimaan, mulai dari Jalur Mandiri Gelombang I, Mandiri Gelombang II, Mandiri MA/Pesantren, hingga SPAN-PTKIN. Data peserta yang telah mengikuti wawancara diverifikasi kembali dengan data pendaftar, daftar ulang, dan hasil seleksi, sehingga tim memperoleh daftar yang lebih akurat untuk kebutuhan follow-up.
Dari hasil rekapitulasi terbaru, terdapat 115 calon mahasiswa yang masih perlu mendapatkan tindak lanjut untuk mengikuti atau mengonfirmasi penyelesaian wawancara UKT. Rinciannya, Jalur Mandiri Gelombang I menyisakan 3 orang, Jalur Mandiri Gelombang II telah dinyatakan tuntas, Jalur Mandiri MA/Pesantren masih menyisakan 6 orang, sementara Jalur SPAN-PTKIN menjadi kelompok terbesar dengan 106 orang yang perlu difollow-up.
Kepala Pusat Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru LPM UIN Palopo menegaskan bahwa kerja CRM bukan sekadar aktivitas menghubungi calon mahasiswa, melainkan bagian dari layanan mutu yang memastikan setiap calon mahasiswa memperoleh informasi yang jelas, tepat waktu, dan terarah.
“Dalam layanan PMB, data tidak boleh berhenti sebagai angka. Di balik setiap nama ada harapan keluarga, ada keputusan masa depan, dan ada kepercayaan kepada kampus. Karena itu, CRM harus bekerja rapi, cepat, dan empatik agar calon mahasiswa yang sudah berada dalam proses penerimaan tidak kehilangan kesempatan hanya karena miskomunikasi atau keterlambatan informasi,” ungkapnya.
Tim CRM selanjutnya diarahkan untuk melakukan follow-up secara terstruktur melalui WhatsApp dan kanal komunikasi resmi lainnya. Setiap respons calon mahasiswa akan dicatat kembali sebagai dasar pembaruan data, baik yang telah mengikuti wawancara, belum merespons, mengalami kendala teknis, maupun membutuhkan pendampingan lanjutan.
LPM UIN Palopo menilai bahwa penguatan CRM menjadi bagian penting dalam membangun layanan PMB yang lebih adaptif dan berbasis data. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar jumlah pendaftar, tetapi juga harus memastikan proses konversi dari lulus seleksi, daftar ulang, wawancara UKT, hingga resmi menjadi mahasiswa berjalan tertib, terukur, dan manusiawi.
Melalui kerja CRM yang semakin presisi, UIN Palopo berharap proses penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada pengalaman calon mahasiswa. Pendekatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen kampus dalam menghadirkan layanan penerimaan mahasiswa baru yang profesional, transparan, dan dekat dengan kebutuhan calon mahasiswa.
